Rabu , 21 Oktober 2020
Walikota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT saat melakukan Panen Raya dan Penanaman cabe di UPT Pembenihan Kebun Okura dikawasan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rumbai,  (08/6/2020) lalu. (Foto:  Distankan Pekanbaru)

Jaga Ketahanan Pangan disaat Pandemi Distankan Pekanbaru Panen Raya Jagung Pipil.

PEKANBARU- (anta-news com)- Dinas Pertanian dan Perikanan (DISTANKAN) Kota Pekanbaru terus melakukan upaya menjaga kestabilan Ketahanan Pangan terlebih disaat Pandemi Covid 19.

Hal ini terlihat disaat Distankan Pekanbaru melakukan Panen Raya dan Penanaman cabe di UPT Pembenihan Kebun Okura dikawasan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rumbai, yang dihadiri langsung Walikota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT.

Walikota Pekanbaru sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan Distankan Pekanbaru. ” Panen Raya dan Penanaman cabe yang dilakukan ini merupakan wujud kesiapan Kota Pekanbaru menuju new Normal Life dan upaya membangkitkan kembali gairah berekonomi masyarakat,” ujar Firdaus.

Sementara Kepala Dinas Distankan Pekanbaru Ir H Syahmanar S Umar, MM yang didampingi Sekretaris Drh M Firdaus, MSi di wilayah BPP Rumbai mengatakan tanaman Hortikultura dan tanaman pangan sangat berpotensi di kembangkan di Pekanbaru, ini terbukti Distankan Pekanbaru melalui UPT Pembenihan Kebun Okura mampu melakukan panen raya sebanyak 8 Ha.

“Hari ini kita panen Raya jagung sebanyak 8 ha, dan ini merupakan puncak dari pencanangan yang sudah dilakukan beberapa bulan yang lalu yang turut dihadiri Wakil Wali kota Pekanbaru Bapak Ayat Cahyadi,” ujar Syahmanar S Umar.

Kadis Distankan Pekanbaru ini juga menambahkan, “Kedepan Distankan kota Pekanbaru juga akan mendorong untuk pemanfaatan lahan tidur bagi bertani melalui Perwako,” lanjut Syahmanar S Umar.

Melalui data yang disampaikan oleh Kasi Tanaman Pangan Distankan Mardan SP, bahwa kebutuhan jagung pipil untuk Kota Pekanbaru sekitar 500 ton/bulan.

“Ini baru untuk pakan ternak dan pangan olahan, dan sudah ada yang minta, belum lagi permintaan seperti Payakumbuh dan kota-kota lainnya,” ujar Mardan.

Al Putra selaku Penyuluh Pendamping Kelompok Tani kepada sejumlah wartawan menyebutkan disaat Pandemi ini Distankan Pekanbaru terus berupaya melakukan terobosan dengan memanfaatkan peluang melalui potensi Pertanian yang ada sehingga Pekanbaru tidak lagi tergantung pada hasil pertanian dari daerah lain.

“Pada saat wabah Covid 19 ini, kita telah berhasil memanfaatkan peluang melalui potensi Pertanian yang ada sehingga kita tidak lagi tergantung pada hasil pertanian dari luar kota Pekanbaru” kata Al Putra.

Diharapkan Al Putra, Kedepan Kota Pekanbaru akan menuju kota dengan ketahanan pangan yang stabil di Indonesia dengan tidak menggantungkan pasokan dari luar daeah, mengingat masih banyaknya lahan-lahan yang produktif yang masih belum tergarap, meskipun lahan tersebut sudah dimiliki secara perorangan maupun komunal.

“Pencetusan Perwako terkait dengan pemanfaatan lahan ini telah disampaikan dan saat ini sedang dibahas dan dikomunikasi rancangannya melalui dinas terkait,” ungkap Al Putra.

Disaat mewabahnya Covid-19 ini kata Al Putra, sangat berdampak pada Kelompok Tani di kota Pekanbaru, terutama petani yang benar-benar hanya menggantungkan hidupnya pada hasil pertanian.

Dikatakan Al Putra, untuk Pekanbaru terdapat 309 kelompok Tani bidang pertanian, 119 bidang Perikanan dan 43 kelompok bidang peternakan serta 5 kelompok bidang perkebunan dibawah binaan Distankan Pekanbaru.

“Disaat memasuki era Perilaku Hidup Baru (PHB) ini, juga akan berdampak terhadap pola-pola baru dan mekanisme baru dibidang pertanian, termasuk kepada hasil pemasaran yang sering dikeluhkan para petani, untuk itu keterlibatan berbagai pihak sangat diharapkan untuk mengatasi masalah ini,” papar Al Putra. (Ferry Anthony)

Bagikan

Berita Lainnya

Caffee Wareh Kupi kini ada di jalan Arifin Achmad Pekanbaru.

PEKANBARU – (anta-news.com) – Perkembangan bisnis kopi di Kota Pekanbaru terus tumbuh dengan hadirnya berbagai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *