Selasa , 12 November 2019

1Kg Sabu dan 5.400 Inex Diamankan Polisi dari sebuah Rumah Kontrakan di Pekanbaru

PEKANBARU- (anta-news.com)- Aparat Satres Narkoba Polresta Pekanbaru dan Reskrim Polsek Sukajadi melakukan penangkapan terhadap pengedar narkoba, Kamis (10/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Tak tanggung-tanggung, selain mengamankan enam orang, petugas juga mengamankan berbagai jenis Narkotika yang siap edar dalam jumlah besar dari sebuah rumah kontrakan di Jalan Jatayu, Marpoyan Damai Pekanbaru.

Keenam orang itu masing-masing berinisial HS (23) wiraswasta, RA (21) pengangguran, ML (26) pengangguran, S (21) mahasiswa, D (24) SPG, dan DS (21) mahasiswa. Sedangkan barang bukti yang diamankan berupa diamankan 1,03 kilogram sabu-sabu, 5.400 butir inex, 100 papan happy five atau berkisar 10.000 butir, dua buah timbangan elektrik, tas koper dan plastik bening ukuran besar dan kecil sebanyak 25 lembar. Petugas juga mengamankan sebuah mobil sedan warna hitam.

Penangkapan para pengedar narkoba ini disampaikan Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Deddy Herman didampingi Kapolsek Sukajadi Kompol Zulfa Renaldo SIK MSi dan Kanit Reskrim Iptu Abdul Halim saat konferensi pers, Senin (14/10/19).

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat. Di mana akan ada transaksi narkoba di Jalan Jatayu, Marpoyan Raya.

Berbekal informasi tadi, petugas langsung turun ke lokasi. Ternyata benar, saat digerebek petugas menemukan enam orang dalam rumah kontrakan tersebut. Tiga di antaranya laki-laki dan tiga lagi wanita.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan sebuah koper berwarna pink berisi barang bukti narkoba. Yakni, pil ekstasi sebanyak 5.400 butir, Happy Five diduga berjumlah 100 papan atau 1.000 butir dan sabu 1,03 kilogram.

Satu unit mobil Honda Brio warna hitam BM 1609 TC turut disita sebagai barang bukti. Termasuk timbangan digital dan satu unit iPhone.

Setelah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sukajadi, tiga orang pria diduga sebagai jaringan narkoba dijebloskan ke sel tahanan. Berbeda dengan tiga orang wanita, mereka dibebaskan.

“Tersangka sampai saat ini ada tiga orang. Sementara tiga orang perempuan tidak cukup bukti keterlibatannya dan hasih tes urine negatif semua.

Untuk sekarang kita jadikan status sebagai saksi,” ujar Kapolsek Sukajadi Kompol Zulfa Renaldo SIK MSi.

Dari hasil pemeriksaan tersangka, barang bukti itu diketahui dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Pekanbaru. Dimana HS menerima titipan dari seseorang yang belum diketahui namanya. Lalu diberikan lagi kepada orang lain.

Ditambahkan Kanit Reskrim Sukajadi Iptu Abdul Halim, HS memiliki jaringan terhadap salah seorang berinisial E. Saat ini posisinya di Lapas.

“Mr X saat ini kita lakukan penyelidikan. Apakah alibi HS benar, maka kita lakukan penyelidikan mendalam. Jadi barang ini yang punya jaringan ke Lapas adalah si HS dan HS membawa rekannya untuk menjemput barang ini dalam Rutan,’’ sebutnya.

‘’Setelah barang ini dibawa (HS dan dua rekannya), kemudian dibawa ke sebuah rumah. Pada sore harinya kita lakukan penggeledahan. Dari keterangannya sudah dua kali dia melakukannya,” sambung Kanit.

Untuk melakukan transaksi, HS menunggu perintah dari seseorang yang posisinya di Lapas.

“Jadi sistemnya main buang. Dia pun tidak tahu siapa yang mengambil. Dia hanya menjalankan perintah. Untuk upah bervariasi,” sebutnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 114 (2) jo Pasal 112 (2) dan atau Pasal 127 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Ferry Anthony).

Berita Lainnya

Harga TBS Kelapa Sawit di Riau naik Pekan ini

Rabu, 06 November 2019 Harga TBS Sawait di Riau naik 7,3 Persen Minggu ini. PEKANBARU- ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *