Rabu , 23 September 2020
Ilustrasi pemerasan oleh Oknum Jaksa (internet).

5 Jaksa Di Riau Terancam Hukuman Berat.

PEKANBARU – (anta-news.com) – Diduga terlibat kasus pemerasan terhadap 63 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, lima oknum jaksa yang bertugas di Kejari Inhu terancam hukuman berat berupa pemecatan dengan tidak hormat.

Asisten Intelijen Kejati Riau Raharjo Budi Kisnanto kepada anta-news.com menjelaskan, sejumlah pihak sudah diklarifikasi terkait pemerasan terhadap kepala sekolah ini, mulai dari Kepala Kejari Indragiri Hulu hingga sekuriti.

Hasilnya Kepala Kejaksaan Negeri Rengat, Hayin Suhikto SH MH dan empat kasi di Kejari Inhu diusullan hukumam berat. Ke empat pejabat Kejari lnhu Iainnya yang diusulkan hukuman berat tersebut yakni, Kasi Pidsus Kejari lnhu, Ostar Alpansiri, Kasi Intel, Bambang Dwi Saputra, Kasi Datun dan Kasubag Barang Bukti.

“Laporan hasil inspeksi kasus sudah selesai dan ditandatangani Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Dr Mia Amiati SH dan sudah disampaikan ke Kejaksaan Agung. Kita usulkan mereka diberi hukuman tingkat berat. Namun, keputusan tergantung pimpinan di Kejaksaan Agung,” ujar Raharjo Budi Kisnanto, Kamis (06/8/20) di Pekanbaru.

Dugaan pemerasan terhadap puluhan Kepsek di Indragiri Hulu ini sempat viral di media sosial, setelah 63 kepala sekolah mengajukan permohonan pengunduran diri massal dari jabatannya karena mengaku tertekan dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Keterlibatan sejumlah oknum jaksa tersebut berawal dari laporan salah satu LSM ke Kejari Indragiri Hulu terkait persoalan para kepsek yang tertekan dalam pengelolaan dana BOS. Meski permasalahan pengelolaan dana BOS sudah ditangani Inspektorat, Korps Adhyaksa melakukan pemanggilan beberapa kepsek terkait laporan itu.

Namun, oleh oknum jaksa yang menangani laporan LSM itu diduga memeras dengan meminta sejumlah uang kepada kepsek. Terkait pengunduran diri tersebut, ditolak oleh dinas pendidikan setempat sehingga para Kepsek tersebut kembali bertugas. (Ferry Anthony)

Bagikan

Berita Lainnya

Sindikat ganjal Kartu ATM di Pekanbaru kembali berhasil ditangkap Polisi.

  Ketiga Pelaku sindikat ganjal Kartu ATM di Pekanbaru masing masing berinisial AD (38), RA ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *