Selasa , 20 April 2021
ilustrasi

Cabuli Bocah 6 Tahun Teman Anaknya Sendiri Ayah Bejat Dicokok Polisi

Kabupaten Sijunjung, anta-news.com – Daerah Lansek Manih kembali tercoreng dengan kasus pemerkosaan dan pencabulan anak di bawah umur. Diduga di bawah ancaman, Feri (34) warga Jorong Ranah, Nagari Palaluar, Kecamatan Koto Tujuh, Kabupaten Sijunjung, mencabuli bocah berusia 6 tahun.

Atas perbuatannya, pelaku dijebloskan ke balik Sel Tahanan Mapolres Sijunjung. Di hadapan penyidik, pelaku mengaku khilaf dan sangat menyesali perbuatannya. Korban Mawar (6) diketahui merupakan teman anak pelaku sendiri. Atas perbuatan bejat pelaku, pihak keluarga korban pun menuntut supaya pelaku diberikan hukuman yang setimpal.

Kapolres Sijunjung, AKBP. Imran Amir didampingi Kasat Reskrim Iptu. Chairul Ridha dan Paur Humas, Iptu Ajo Nasrul, mengatakan penangkapan pelaku dilakukan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut pasca masuknya laporan dari orangtua korban tertanggal 19 Juni lalu, dengan No.LP/15/VI/2017/SPKT-SEK-VII yang mengaku anaknya telah diperkosa.

Selanjutnya diperkuat dengan keterangan korban. Tidak membuang waktu lagi, petugas akhirnya mencokok pelaku di kediamannya, di Jorong Ranah, Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII, Rabu (12/7) sekitar pukul 21.00 WIB.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kepolisian, dugaan tindak kejahatan pencabulan dan pemerkosaan menimpa bocah malang ingusan tersebut diperkirakan terjadi pada bulan Mei tahun 2017 (hari dan tanggalnya tidak diingat lagi oleh korban), sekira pukul 14.00 WIB. Berawal ketika korban di siang itu datang ke rumah pelaku dengan maksud hendak bermain dengan anak pelaku, Melati,7,( sebut saja namanya demikian-red) ) yang tak lain adalah teman sepermainannya korban.

Namun sesampai di rumah temannya itu, korban hanya disambut oleh Feri, sementara Melati ternyata sedang tidak dirumah (pergi keluar bersama ibunya). Melihat korban hedak berbalik pulang, lantas pelaku mencoba kembali memanggil korban dengan kalimat “ Mawar kemarilah ! ”.

Mendengar adanya suara panggilan dari ayah temannya itu, bocah malang yang belum mengerti apa-apa tersebut pun menuruti dari seruan pelaku, saat berada didepan pintu korban langsung dibujuk-rayu oleh pelaku untuk masuk kedalam rumah.

Korban tidak mampu lagi untuk menghindar, karena pelaku dilaporkan sempat memegang tangan korban. Kemudian pelaku berusaha mengajak korban menuju ke kamar. Merasa berada dibawah tekanan, korban hanya bisa menurut, disaat itu juga pelaku yang sedang dikuasai nafsu syetan berhasil membuka celana korban dan memanfaatkan kesempatan melampiaskan nafsu bejatnya. Dan terjadilah tindakan pemerkosaan diatas dipan kamar tidur milik pelaku sendiri. Setelah puas, korban disuruh pulang oleh pelaku.

“ Diduga saat melakukan pemerkosaan pelaku sempat mengancam, dan pasca kejadian korban tidak berani buka mulut ke siapapun, termasuk pada orangtuanya,” beber, AKBP. Imran Amir.

Hingga kenyataan pahit ini baru diketahui ibu korban berselang beberapa hari berikutnya, tepatnya Senin (19/6), sekitar pukul 21.00 WIB, persisnya sewaktu korban hendak mau buang air kecil di kamar mandi. Namun diluar perkiraan ternyata ibu korban melihat sebuah keganjilan, dimana putrinya tampak sedikit meringis kesakitan saat pipis. Merasa penasaran, lalu ibu korban mencoba menyelidiki soal apa gerangan penyebab putrinya berprilaku demikian.

Dan ternyata pengakuan polos dari mulut si Mawar sungguh bak petir menyambar disiang bolong, hingga ibu korban merasa sangat kecewa dan langsung melaporkan tindak dugaan pemerkosaan tersebut ke Polisi. Pasca masuknya laporan, petugas penyidik Polres Sijunjung langsung melakukan proses penyelidikan secara intensif.

Sesuai hasil visum et repertum dari Puskesmas Tanjung Ampalu (dr. Olina Sari), ternyata ada ditemukan kerusakan pada selaput dara korban, dalam bahasa medisnya mengalami luka robek lama pada arah jam 7 sampai jam 11, dan arah jam 2 sudah sampai dasar.

“ Soal sudah berapa kali sesungguhnya pelaku pernah melakukan persetubuhan terhadap korban, sejauh ini kami dari kepolisian masih melakukan pengembangan lebih lanjut,” ujar, Iptu. Chairul Ridha.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 76 d Jo Pasal 81 ayat 1 UU RI NO 35 tahun 2014 Jo pasal 287 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pinada ( KUHP), dengan ancaman kurungan penjara diatas 15 tahun dan denda Rp5 milliar. (red/nn)

Bagikan

Berita Lainnya

Dalam 6 bulan Tiga Perwira Polda Riau berpangkat Kompol tersandung Narkoba

Selasa, 06 April 2021 Keterangan Foto : Ilustrasi Oknum Polisi terlihat Narkoba. PEKANBARU – (anta-news.com) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *