Selasa , 20 April 2021

Jaksa Tahan Kepala BPKAD Kuansing Terkait Kasus Dugaan Korupsi SPPD Fiktif

Jumat, 26 Maret 2021

 

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Hendra AP, ditahan oleh Jaksa atas dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dan Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif tahun 2019. (Foto Humas Kejaksaan Negeri Kuansing).

KUANSING – (anta-news.com) – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Hendra alias Keken,  akhirnya ditahan jaksa pada Kamis 25 Maret 2021 atas sangkaan dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dan Surat Pertanggungjawaban (SPj)  fiktif tahun 2019.

Sebelumnya, Kepala BPKAD Kuansing ini diketahui dua kali mangkir dari panggilan jaksa Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kuansing.

Pertama, Hendra dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai tersangka pada, Selasa (16/3/2021), tapi tidak hadir dengan alasan ada urusan keluarga.

Jaksa kembali melayangkan panggilan kedua pada Jumat (19/3/2021). Lagi-lagi Hendra mangkir tanpa memberikan alasan hingga akhirnya penyidik melayangkan panggilan ketiga.

Hendra ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 10 Maret 2021 lalu. Penerapan tersangka dilakukan setelah jaksa memiliki lebih dari dua alat bukti terhadap tindak pidana korupsi yang dilakukan Hendra.

Saat dilakukan penahanan, terlihat Kepala BPKAD Kuansing tersebut mengenakan rompi tahanan berwana orenge, dengan tangan diborgol Hendra alis Keken dikawal Memasuki mobil tahanan yang selanjutnya menuju Lapas.

Kepala Kejari Kuansing Hadiman, kepada awak media kembali menegaskan, penahanan terhadap tersangka Hendra adalah bukti penegakan hukum. Tidak ada pesanan seseorang, dan pengusutan berdasarkan laporan Masyarakat Anti Korupsi ke Kejari Kuansing.

“Tidak ada pesanan oknum pejabat Setdakab Kuansing maupun oknum Kejari Kuansing.  Kami proses kasus ini karena adanya laporan dari masyarakat anti korupsi dan kami tindaklanjuti,” tegas Hadiman.

Masih menurut Hadiman, penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti. Tidak hanya dua alat bukti, tapi 10 alat bukti hingga status Hendra ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka.

“H AP alias Keken kami jadikan tersangka berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti surat SPj fiktif,” ungkap Kepala Kejari Kuansing.

Dalam beberapa waktu yang lalu, Hendra alis Keken pernah mengatakan jika dirinya dikriminalisasi dan dizolimi.
Ketika hal ini dikonfirmasi, Kejari Kuansing ini tegas membantahnya.

“Bagaimana dizolimi, bukti yang kami punya bukan abal-abal, Berdasarkan perhitungan kerugian negara, sementara perbuatan tersangka merugikan negara lebih kurang Rp600 juta,” ujar Hadiman.

Menurut Hadiman, Angka itu bisa bertambah lagi karena pihak ketiga di luar daerah seperti Jakarta, Padang, dan Batam belum dihitung. (Ferry Anthony).

Bagikan

Berita Lainnya

Tunawisma di Pekanbaru ditemukan tewas di Pos Penjagaan Polisi.

Rabu, 14 April 2021 11:24 WIB Korban saat dievakuasi oleh Tim SPK Polsek Pekanbaru Kota. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *