Jumat , 18 Oktober 2019

Operasi Patuh 2019 Wilkum Polres Solok Kota, 617 Kendaraan Ditilang Terbanyak Sepeda Motor

Kota Solok, anta-news.com – Selama Operasi Patuh Singgalang 2019 digelar di wilayah hukum Polres Solok Kota, sejak tanggal 29 Agustus 201 dan berakhir Rabu (11/9) pukul 24.00 WIB, telah dilakukan penilangan terhadap 617 kendaraan dan 137 teguran. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Solok Kota, AKBP. Dony Setiawan melalui Kasat Lantas, Iptu. Sugeng Riadi di Mapolres Solok Kota.

Operasi patuh yang sasarannya adalah pengendara sepeda motor roda dua yang melawan arus, plat nomor tidak sesuai aslinya, pembonceng tidak memakai helm atau dua-duanya, melanggar lampu merah, melanggar marka jalan dan garis stop, naik motor lebih dari dua orang, tidak menyalakan lampu di siang hari dan kelengkapan lainnya.

Kasat Lantas, Iptu. Sugeng Riadi mengatakan, bahwa pelanggaran terbanyak adalah pengemudi sepeda motor yang tidak menggunakan helm pengaman mencapai 255 pelanggaran, 84 pelanggaran pengendara kendaraan bermotor masih di bawah umur dan 37 pelanggaran pengemudi melawan arus.

” Selama berlangsungnya operasi,  juga diambil tindakan terhadap 73 pelanggaran pengemudi tidak memakai safety belt dan 168 pelanggaran tidak lengkap surat kendaraan, seperti STNK dan pajak kendaraan yang habis masa berlakunya,” ungkap, Iptu. Sugeng Riadi.

Sementara untuk jumlah kecelakaan selama operasi patuh lanjut Kasat Lantas, berjumlah 2 kejadian dengan korban 4 orang dan kerugian materil sebanyak Rp. 1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah) dan barang bukti yang disita sebanyak 617 buah terdiri dari SIM sebanyak 198 lembar, STNK 190 lembar dan kendaraan bermotor sebanyak 229 unit.

” Kendaraan yang diambil tindakan tilang, selanjutnya melaksanakan sidang di pengadilan dan membayar denda tilang pada bank. Kemudian, pengendara atau pengemudi mengambil barang bukti yang ditahan di Satlantas Polres Solok Kota,” terangnya.

Namun walaupun begitu menurut Kasat Lantas tersebut, meskipun Operasi Patuh Singgalang 2019 sudah berakhir, namun pengendara atau pengemudi kendaraan bermotor daerah itu diimbau agar benar-benar mematuhi aturan sehingga tercipta tertib berlalu lintas.

” Kita dari pihak kepolisian tetap mengambil tindakan terhadap pelanggaran karena berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas, seperti pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi melawan arus, dan  pengendara kendaraan bermotor masih di bawah umur,” ujar, Iptu. Sugeng Riadi dengan tegas. (Abenk/hms)

Berita Lainnya

Bekas Galian Proyek Tambal Sulam Jalinsum Depan Balaikota Solok Tunggu Korban

Kota Solok, anta-news.com – Proyek tambal sulam Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang berada di depan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *