Selasa , 20 April 2021

Penampung sawit di Inhil Riau dibunuh, ini Pelakunya.

Senin, 29 Maret 2021

 

Pelaku dan Korban saat ditemukan diparit dalam kondisi tanpa busana. (Foto Humas Polsek Kempas Inhil Riau).

 

Indragiri Hilir – (anta-news.com) – Warga Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) – Riau dikejutkan dengan penemuan mayat Sartini (51) yang ditemukan tewas telungkup tanpa busana di dalam parit, Sabtu (27/3/2021).

Hanya hitungan jam, aparat berhasil meringkus PS alias Rudi (21) yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan tersebut. Saat diringkus PS alias Rudi sempat melarikan diri ke kebun masyarakat. Sekira pukul 22.00 WIB, Sabtu (27/3/2021) Unit Reskrim Polsek Kempas bersama warga melakukan penyisiran pada kebun tersebut, dan sekira pukul 23.30 WIB pelaku berhasil ditangkap untuk kemudian dibawa ke Polsek Kempas.

Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan menerangkan, kasus ini bermula dipagi harip Sabtu, ketika itu korban keluar rumah untuk mengantarkan timbangan sawit, namun sejak itu korban tidak kunjung kembali ke rumah.

Selanjutnya, tidak beberapa lama, pada saat warga lainnya keluar dari Gang Pustu hendak pergi ke sawah, Seorang saksi melihat motor korban jatuh ditepi parit.

“Saksi melihat korban dalam keadaan telungkup, tanpa busana dan sudah dalam keadaan meninggal dunia, setelah itu, saksi pun melaporkan ke Sub Sektor Bayas Jaya, Polsek Kempas,” ujar AKBP Dian Setyawan, Senin (29/03/21).

Diungkap Kapolres, dari hasil pemeriksaan motif pelaku sakit hati terhadap korban. Hal ini disebabkan setiap menjual brondolan sawit, pelaku selalu dimarahi dengan kata-kata “jangan yang busuk-busuk dijual”. Sehingga pelaku timbul niat dan rencana untuk melakukan pembunuhan terhadap korban.

Menurut Kapolres, pelaku bertemu di jalan dengan korban, secara kebetulan, Sabtu (27/3/2021) sekira pukul 09.00 WIB di Dusun 2, RT 006 RW 004, Desa Bayas Jaya. Saat itu korban berhenti dan menanyakan kembali brondolan sawit yang dijual pelaku selalu busuk. Pelaku pun langsung mendorong sepeda motor korban ke dalam parit.

“Pelaku membenamkan kepala korban sampai tidak bernafas lagi, selanjutnya korban diseret sejauh sekitar 15 meter dari tepi parit kemudian pelaku membuka pakaian korban dengan maksud untuk mempermalukan korban kepada masyarakat,” jelas AKBP Dian Setyawan.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan dengan Pasal 340 Sub 338 dan atau 351 ayat (3) KUHPidana, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Ferry Anthony).

Bagikan

Berita Lainnya

Tunawisma di Pekanbaru ditemukan tewas di Pos Penjagaan Polisi.

Rabu, 14 April 2021 11:24 WIB Korban saat dievakuasi oleh Tim SPK Polsek Pekanbaru Kota. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *