Jumat , 26 Februari 2021

Polisi Simpulkan Pegawai Pengadilan Agama yang Ditemukan Tewas Terbakar Diduga Bunuh Diri

Kamis, 04 Februari 2021

 

Korban saat dievakuasi dari sebuah rumah kosong pada Kamis (28/1/2021) lalu. (Foto Ferry Anthony).

PEKANBARU – (anta-news.com) – Sempat viral dan menghebohkan warga Pekanbaru, akhirnya kematian pegawai Pengadilan Agama di Pekanbaru berinisial RH (34) yang ditemukan tewas terbakar di sebuah rumah kosong pada Kamis (28/1/2021) lalu menemui titik terang. Pria tersebut diduga kuat bunuh diri.

Hal itu dikemukakan Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, kepada anta-news.com, Kamis siang (04/2/21).

“Ya, bunuh diri, kira-kira begitu lah,” ujar Kombes Pol Teddy Ristiawan.

Dijelaskannya, dugaan bunuh diri itu diketahui setelah dilakukan autopsi terhadap jasad korban.

“Berdasar hasil pemeriksaan autopsi dan laboratorium forensik ada dugaan seperti itu,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil itu, kata Teddy, untuk proses penyelidikan terhadap penyebab kematian korban tidak dilanjutkan.

“Sementara cukup (untuk penyelidikan),” ungkap Kombes Pol Teddy Ristiawan.

Dikemukakannya juga, saat ditemukan tubuh korban RH telah terpanggang. Sebelumnya ada dugaan kalau korban dibunuh hingga polisi melakukan penyelidikan.

“Dalam paru-paru korban terdapat banyak asap karena korban masih hidup ketika terbakar. Di tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ungkap Kombes Pol Teddy Ristiawan.

Hal senada disampaikan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya. Sebelum meninggal, korban pernah mengeluh sedang sakit berat.

Ketika melakukan olah TKP dekat lokasi penemuan korban, di Jalan Datuk Setia Maharaja/Parit Indah, polisi menemukan sejumlah obat-obatan di dalam tas korban.

Sakitnya korban juga sudah dipastikan ke rumah sakit, tempat korban memperoleh resep obat.

“Memang korban sedang berobat, sakit sementara sakit jantung,” kata Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Dikatakan Kapolresta Pekanbaru, Keluhan korban kalau dirinya sakit juga sempat didengar atasannya. Ketika itu, korban sempat ditawari ke psikiater tapi korban menolak.

Aktivitas korban sebelum kejadian juga terekam CCTV di kantornya. Korban datang ke kantor pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB sedangkan kejadian pukul 09.30 WIB.

“Kami menyimpulkan korban tewas bunuh diri,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya. (Ferry Anthony).

Bagikan

Berita Lainnya

Pembunuh Intan Siswi SMP Bernas berhasil Ditangkap, Pelakunya ternyata Pacar Korban

Sabtu, 20 Februari 2021   Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko, S.IK didampingi Kasat Reskrim dan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *