Jumat , 4 Desember 2020

Rebutan 46 Kg Sabu dan 10.000 butir Pil Ekstasi Dua Kelompok Bandar Narkoba antar Provinsi diringkus Polda Riau.

Senin, 16 November 2020

 


PEKANBARU – (anta-news.com) – Kepolisian Daerah Riau beserta Polresta Pekanbaru berhasil mengamankan dua kelompok bandar besar narkotika antar Provinsi yang saling memperebutkan 46 Kg Sabu-sabu dan 10.000 butir Pil.

Dari dua kelompok ini aparat berhasil mengamankan 9 orang tersangka beserta 5 pucuk senjata api besarta puluhan amunisinya.

Pengungkapan kasus ini bermula saat penyergapan terhadap 4 orang tersangka yang akan menerima narkotika jenis sabu-sabu seberat 3 Kg di jalan Yos Sudarso Pekanbaru.

Saat dilakukan penyergapan aparat kepolisian berhasil mengamankan 5 tersangka dengan membawa 5 senjata api. Tersangka tersebut terdiri dari Brewok, Yuyun, Medi, Pras dan Belong.

Dari pengembangan atas kepemilikan senjata api, kemudian Polda Riau beserta Polresta Pekanbaru menemukan fakta baru bahwa ada informasi perebutan narkotika di Dumai (Riau) dan Medan (Sumatera Utara).

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan, dari kelompok bandar yang ada di Dumai diketuai oleh Belong.

“Kelompok bandar Dumai perang melawan kelompok bandar Medan. Dimana kelompok bandar Dumai beranggitakan Jul, Belong, Putra, Nyoto dan Ipan,” ujar Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi saat konferensi pers di Mapolda Riau, Senin (16/11/2020) sore.

Kelompok bandar Dumai ini diketahui ingin merebut 46 Kg sabu-sabu dan 10.000 butir pil ekstasi.

Barang bukti tersebut berhasil diungkap Polda Riau atas penemuan 24 Kg sabu-sabu yang ditangkap di dalam truk yang ditemukan melintang yang ditinggal oleh supirnya di Bukit Kapur, Dumai beberapa waktu lalu.

“Sabu 24 Kg itu diketahui punya kelompok Medan yang dikendalikan oleh tersangka AD yang berada di Lapas Kelas II A Pekanbaru. Awal masuknya 50 Kg sabu ke Dumai dengan 10.000 butir pil ekstasi dimasukkan oleh kelompok Medan,” jelas Kapolda Riau.

Sabu beserta pil ekstasi tersebut dikendalikan oleh tersangka Adi. Kelompok Dumai yang mengetahui ada sabu yang masuk tersebut ingin mengambil alih dengan cara mengejar truk yang sedang berjalan saat berada di Bukit Kapur, Dumai, yang membawa 50 Kg sabu dan 10.000 butir pil ekstasi.

“Saat mengejar, mereka menembakkan senjata api ke udara sebanyak 2 kali. Ternyata ada 2 kelompok bandar narkoba yang saling berebut barang haram tersebut. Kita tentu harus waspada karena para bandar memiliki senjata api,” ujar Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Dari hasil penyergapan kelompok Dumai, mereka mendapatkan 20 Kg sabu-sabu yang dibagi merata dengan rincian 10 Kg sabu dan 10.000 butir pil ekstasi diambil oleh tersangka Marno, 1 Kg diambil Nyoto, 2 Kg diambil Putra, 2 Kg diambil Belong, 4 Kg diserahkan ke tersangka Zul, diserahkan juga sabu sebanyak 1,1 Kg kepada tersangka Ipan dan tersangka Aung mendapat 1 Kg sabu-sabu.

“Ini pembagian atas perebutan sabu-sabu dan ineks antara 2 bandar narkoba ini, tentu kita akan mengembangkan dan akan terus mengejar para pelaku kemanapun mereka berlari,” tegas Kapolda Riau. (Ferry Anthony).

Bagikan

Berita Lainnya

Polsek Tanayan Raya Ringkus Pengedar Narkotika.

Jumat, 04 Desember 2020   PEKANBARU – (anta-news.com) – Tim opsnal Polsek Tenayan Raya meringkus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *