Jumat , 4 Desember 2020

Sebelum tewas Gantung diri Ibu ini bunuh 2 Anaknya yang masih Balita

Senin, 16 November 2020

PEKANBARU – (anta-news.com) – Peristiwa tragis dan memilukan terjadi di Kota Pekanbaru, tepatnya di Perumahan Mutiara Kulim blok XII No 8 jalan Palembang Kelurahan Sialang Rampai Kecamatan Tenayan Raya, Senin (16/11/20) sekira pukul 17.00 WIB.

Seorang ibu yang diketahui bernama Neneng Setia Wati (27) ditemukan suaminya tewas gantung diri di dapur rumahnya. Tidak hanya itu 2 orang anaknya masing-masing Nara Atika Gandi (Pr) umur 2 tahun dan Dafa Atila Gandi (Lk) umur 6 bulan juga ditemukan tewas dengan kondisi mulut berbusa. Sementara seorang anaknya lagi kembaran Dafa yakni Dafi Atila Gandi (Lk) hingga berita ini dinaikkan masih dapat diselamatkan.

Diduga Neneng Setia Wati sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri terlebih dahulu membunuh anaknya.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, kejadian berawal saat suami korban Panji Nofdel Gandi (28) pulang ke rumah dan melihat kondisi rumah dalam keadaan gelap. Saat masuk kedalam rumah, Alangkah terkejutnya ia melihat istrinya telah tergantung menggunakan kain panjang di dapur rumahnya.

“Kemudian suami korban berteriak minta tolong dan keluar rumah untuk mencari bantuan, karena melihat istrinya meninggal dalam keadaan gantung diri,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Sejumlah warga yang mendengar teriakan suami korban, langsung datang dan masuk ke dalam rumah korban. Mereka terkejut, di dalam dapur melihat korban sudah tergantung. Warga langsung menurunkan korban dan meletakkannya di ruang tengah.

Sementara itu saat ditelusuri di dalam kamar utama, dua anak korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam keadaan mulut berbusa. Sementara satu anak kembarnya masih ditemukan selamat.

“Namun ada 1 bayi bernama Dafi Atila Gandi berumur 6 bulan masih dalam keadaan selamat. Bayi bernama Dafi ini masih dalam keadaan bernafas dan langsung di bawa ke klinik Medik Medika jalan Berdikari,” ujar Kapolresta Pekanbaru.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan kertas HVS bertulisan “Maaf aku pergi biar anak-anak ikut bersamaku”. Surat itu diduga ditulis oleh Neneng Setia Wati sebelum mengakhiri hidupnya. Surat itu ditemukan polisi ketika melakukan olah TKP.

Dalam kasus ini, sejumlah barang bukti turut diamankan, berupa kain panjang, kertas HVS bertulis permohonan maaf dari korban, satu unit kursi, susi bayi dan handphone milik korban.

“Ketiga korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk di otopsi, Kita masih menunggu hasil autopsi,” ujar Kapolresta Pekanbaru. (Ferry Anthony).

Bagikan

Berita Lainnya

3 orang ditemukan kejang-kejang didalam Mobil diduga keracunan AC

Jumat, 04 Desember 2020 Korban saat ditemukan warga. (Foto Humas Polsek Pasir Penyu Inhu). RENGAT ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *