Jumat , 18 Oktober 2019

Tindak Tegas Karhutla Polres Solok Kota Tangkap 5 Pelaku Pembakar Hutan

Kota Solok, anta-news.com – Lima laki-laki yang diduga membakar hutan untuk membuka lahan ditangkap oleh jajaran Polres Solok Kota di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniang Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.

Kapolres Solok Kota, AKBP. Dony Setiawan dalam konferensi pers, Senin (16/9) mengatakan, kelima pelaku melakukan pembakaran hutan pada Jumat tanggal 13 September 2019. Kelima laki-laki tersebut ialah KD, DR (47), AF (25), YM (22) dan LK (65).

“ Dari 5 orang yang kami tangkap, 4 orang tersangka KD, DR, AF dan YM atas perintah LK yang merupakan pemilik lahan. Mereka melakukan pembakaran dengan menggunakan korek api secara bergantian dengan tujuan membuka lahan untuk pertanian,” ungkap, AKBP. Dony Setiawan kepada awak media di Mapolres Solok Kota.

Menurut Kapolres Solok Kota kobaran api tersebut, tidak bisa dikendalikan sehingga meluas dan membakar lahan yang berada di sekitarnya. Setelah melakukan pemadaman secara manual bersama masyarakat sekitar, didapat informasi bahwa lahan tersebut merupakan tanah ulayat milik pengolah lahan.

“ Setelah berkoordinasi dengan BKSDA, baru diketahui bahwa lokasi tersebut adalah kawasan hutan suaka margasatwa. Kemudian dilakukan penangkapan terhadap kelima pelaku pembakaran hutan dengan menyita barang buktinya”, terang, AKBP. Dony Setiawan.

Sementara barang bukti yang diamankan berupa 4 unit mesin pemotong rumput, 2 unit mesin pompa racun, 2 unit mesin diesel listrik (Genset), 1 unit gerobak dorong, 2 buah derigen isi 5 liter, 1 buah derigen isi 30 liter, 1 buah parang, 1 buah mancis/korek api, 1 unit mesin pemotong kayu/shinso merek, 4 buah cangkul, 3 batang balok kayu pinus, 4 batang papan kayu pinus, 8 kubik kayu pinus yang sudah diolah dan 1 unit sepeda motor merek satria FU warna kuning tanpa plat nomor.

“ Adapun modus dari tersangka adalah membuka lahan pertanian yang termasuk dalam kawasan hutan konservasi. Perbuatan mereka mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam, dengan cara merambah hutan, membakar hutan, dan menebang pohon dengan tidak sah”, jelas, AKBP. Dony Setiawan.

Atas perbuatannya itu, kelima tersangka dijerat Pasal 40 ayat 1 UURI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya dan atau Pasal 78 ayat 2 dan 3 ke Pasal 50 ayat 3 ke huruf b dan d, UURI No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan atau Pasal 94, Pasal 82 Ayat 1 huruf c, UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Tidak lupa pada kesempatan jumpa pers tersebut Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam proses pembukaan lahan baru.

“ Teliti terhadap status lahan hutan yang hendak digarap, karena selain memicu terjadinya bencana juga beresiko hukum,” ujar, AKBP. Dony Setiawan.

Turut hadir dalam konferensi pers itu, Wakapolres, Kompol. Budi Prayitno, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar, DR. Ir. Sukrismanto, M.Sc, Kepala Bidang KSDAE Provinsi Sumbar, Ir. Mego Sinatung dan Kasat Reskrim Polres Solok Kota Iptu Defrianto beserta jajarannya. (Abenk/hms)

Berita Lainnya

AKBP. Cepi Noval S. Ik : Kita Perintahkan Seluruh Satuan Tindak Lanjuti Setiap Laporan

Pesisir Selatan, anta-news. Sillahturahmi  kebersamaan “Tanpa Batas” Cofy Morning,  Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Cepi Noval, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *