Selasa , 26 Januari 2021

Ironis, Jembatan Gantung Rubuh Setelah Bronjong Dibangun

Limapuluh Kota, anta-news. Pekerjaan pembangunan bronjong oleh Dinas PUPR Kabupaten Limapuluh Kota diduga tidak sesuai tujuan dan fungsi secara umum, akibat tidak berfungsi dengan baik, pembangunan bronjong tersebut sangat jauh dari azas manfaat.
Ironis, bronjong yang seharusnya bertujuan untuk mengamankan tebing dan lainnya malah menjadi petaka bagi warga setempat.
Jembatan yang sebelumnya dapat berfungsi dengan baik (sebelum bronjong dibangun), kini roboh pasca bronjong dibangun oleh Dinas PUPR setempat.

Hasil pekerjaan bronjong

Dampak ambruknya Jembatan Gantung Sedau Anau Nagari Lubuk Alai Kecamatan. Kapur IX, berdampak kepada sekitar 250 KK di Jorong Sedau Anau, Balai Tengah, Alai Baru, Rumbai Koto Tinggi dan Suka Karya di Kenagarian Lubuk Alai, Kecamatan Kapur IX.
Warga terpaksa memutar jauh dan mengeluarkan biaya lebih jika dibandingkan sebelum jembatan ambruk akibat pembangunan bronjong yang diduga tidak sesuai aspek tekhnis tersebut.

Anif Bakri, Ketua LSM Pembela Kebenaran

Sehubungan dengan bronjong yang diduga menjadi penyebab hancurnya jembatan gantung tersebut, Anif Bakri mengatakan perlu diusut oleh aparat hukum setempat.
Ketua LSM Pembela Kebenaran ini mengatakan, aparat hukum diharapkan dapat memulai segala sesuatunya dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan serta anggaran yang dikeluarkan.
Jika perencanaan dibuat dengan baik maka dipastikan pelaksaanan pekerjaan akan baik juga sepanjang pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan juga dilakukan dengan baik.
Jadi pada setiap pekerjaan pemerintah menurut Anif, Konsultan Perencanaan, Kontraktor Pelaksana, Konsultan Pengawas dan PPK/PPTK serta KPA/PA bertanggung jawab terhadap kualitas dan manfaat hasil pekerjaan.
“Kenapa saya katakan demikian ?, Karena seluruh stakeholder di atas dibayar menggunakan keuangan negara.
Apalagi berdasarkan informasi, batu yang digunakan pada bronjong tersebut berukuran sangat kecil meskipun tidak keluar dari kawat dan ini perlu menjadi perhatian ekstra dari aparat penegak hukum setempat.
Sementara itu Yunire Yunirman, ST, M.Si Kadis PUPR Limapuluh Kota ketika dihubungi melalui seluler nya berdalih bahwa sehubungan rubuhnya jembatan dan pembangunan bronjong tidak hubungan.
Yunire mengatakan tidak ada masalah dan sudah bolak-balik dilakukan pemeriksaan termasuk dari kejaksaan dan mengatakan bahwa pembangunan bronjong sudah dibayar pada tahun anggaran 2019 lalu.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *