Jumat , 26 Februari 2021

Peresmian Aprianto,SPd.MM, Membawakan Gelar Adat Datuak Tan Majolelo, Berjalan Hikmat dan Meryah

Agam, Anta-news.com – Lengkingan suara bansi serta gemuruh alunan tambua tansa yang berpadu dengan langkah kaki para Ninik mamak serta Bundo kanduang Ampek Nagari, yang berpadu dalam alunan tradisional Minang, memasuki balairong adat nagari bawan dalam prosesi Malewakan gelar adat suku Caniago dalam payuang kaum Datuak Tan Majolelo, Ninik mamak Basa barampek di nagari Bawan, kec. Ampek nagari. Kab.Agam. Minggu (21/2) siang.

Sebelum memasuki Balairong Adat, seluruh Ninik mamak dan tamu undangan diwajibkan untuk
Melakukan pengecekan suhu tubuh bersama petugas Puskesmas Bawan, yang sengaja di tempatkan untuk sementara di lokasi acara perhelatan itu.

Dengan iringan tambua tansa, Tampak Ninik mamak beserta bundo kanduang dan didampingi sako pusako dan ratusan anak kemanakan berjalan dari halaman kantor Camat Ampek Nagari, menuju ke Aula balairong adat nagari Bawan, “Tempat Prosesi dilangsungkan.”

Tampak hadir, Ketua LKAAM Kecamatan Ampek Nagari, Adrian Datuak Kando Marajo, Camat Ampek Nagari, Roza Syafdefianti, Wali nagari Bawan, Kamiruddin, Ketua Bamus, dan wali jorong se nagari Bawan, selain itu Perhelatan yang berjalan alot itu juga di hadiri Ketua KAN dan sejumlah ninik mamak dari nagari tetangga,.

“Sambah nan tiyok tiyok jorong, salam nan tiyok tiyok Jurai, salauik salimbak kajai, sapulau  saluak Agam, salirik gunuang Marapi dalingka gunuang Pasaman,” begitulah pasambahan adat oleh Sutiarman, Labai Marajo, Arief Eka Putra, Sidi Marajo, sebagai kata pembuka antara para Ninik mamak, sako dan pusako di balairong adat nagari bawan, pada prosesi Malewakan gelar adat kaum datuak Tan Majolelo, yang di pangku seorang putra terbaik kaum, Afrianto,S.Pd.MM,

Saluak dan Keris kebesaran paghulu di serahkan langsung oleh Tuo Pusako Datuak Tan Majolelo kepada Ketua Kerapatan Adat Nagari Bawan, A.Dt.Kando Marajo, dan seterusnya saluak di serahkan kepada D.Dt.Mangkuto Marajo, untuk di pasangkan kepada Aprianto, Sesama ninik mamak Basa Barampek, dan pemasangan Keris di lakukan oleh  MN.Dt.Majolelo Basa, ninik mamak Tujuh suku di Nagari Bawan.

Dikesempatan itu, Selain mengukuhkan gelar Datuak, Lembaga KAN Bawan juga mengukuhkan Gelar Panungkek dan dua orang imam khatib dari A.Dt. Tan Majolelo.
Diantaranya Nopriadi, selaku Panungkek, Editiawarman, sebagai imam khatib dan Febrianto sebagai perpanjangan tangan dari Kali Marajo.

Aprianto,SPd.MM. selaku perima amanah kaum, dihadapan Ninik Mamak dan tamu undangan,  membacakan sumpah dan sejumlah perjanjian yang di buat, disepakati dan di tandatanganinya, bersama-sama dengan seluruh ninik mamak yang tergabung dalam KAN Bawan.

Sejumlah pesan dan penjelasan di sampaikan oleh Ketua KAN Bawan, kepada A.Dt.Tan majolelo, yang baru saja di resmikan itu.

Pertama sekali saya selaku Ketua KAN Bawan, Mengucapkan selamat kepada engku A.Datuak Tan Majolelo, semoga amanah yang di terima dari anak kemanakan, sako pusako dalam kaum Dt.Tan Majolelo, kok ado nan tacicie atau talupo, (terabaikan) kita berharap engku Datuak dapat kembali menjemput dan menyatukan, sesuai tatanan adat di nagari Bawan, kami juga berharap engku datuak Tan Majo lelo, dapat memegang erat amanah yang telah di percayakan oleh jajaran pengurus KAN Bawan. Harapnya.

Bawan, nagari yang memakai tatanan Adat Lareh Koto Piliang, yang mana penghulunya mempunyai tingkatan-tingkatan, selain penghulu pucuk, di nagari Bawan ada penghulu Tujuah Suku, Basa Nan Barampek, dan Panghulu andiko,.
Terkait Panghulu Basa Barampek,  Mungkin perlu kami jelaskan bahwa Pangulu basa barampek di nagari Bawan, terdiri dari Empat Gelar pusako, diantaranya, “Tan Majolelo, Mangkuto Marajo, Makhudun, dan satu lagi sudah pupus yaitu Sardeo.”

Dikarenakan Jajaran Ninik mamak di Nagari Bawan, ada tingkatan-tingkatanya, maka untuk menjaga jalinan kesatuan dan persatuan di antara kami sesama ninik mamak selaku pengayom anak kemanakan, ketika itu kami membuat sebuah pernyataan yang kami tandatangani secara bersama-sama.


Dalam surat pernyataan yang di buat pada tanggal 4 Maret 2007 tersebut, sejumlah 26 Orang. Ninik mamak nagari Bawan, menyatakan Dengan mengangkat sumpah demi ALLAH SWT. “Ka Ateh indak bapucuak, Ka Bawah indak ba urek, di tangah di giriak kumbang.” Apabila melanggar keputusan yang telah di sepakati dan di tanda tangani ninik mamak secara bersama, maka yang melanggar kesepakatan tersebut, tidak akan di akui lagi sebagai ninik mamak nagari Bawan, “Duduak ndak sa amparan, Tagak indak sapamatang” dengan ninik mamak nagari Bawan. Jelas ketua LKAAM Kecamatan Ampek nagari itu.

Lanjutnya,.  berhubung (Sy) yang membawakan gelar pusako dari kaum Datuak Tan Majolelo melanggar kesepakatan yang telah di tetapkan oleh ninik mamak Bawan, secara bersama.
maka Ninik mamak yang tergabung dalam KAN Bawan, pada Notulen Rapatnya 29 November 2020, di point pertama, Sepakat untuk menetapakan Sy. Dt.Tan Majolelo. Tidak lagi di bawa bermusyawarah. Sesuai keputusan dalam surat pernyataan pada tahun 2007 bahwa yang melakukan pelanggaran diberikan sanksi “Indak di bao duduak sa hamparan, Tagak sapamatang” dengan ninik mamak yang tergabung dalam Kerapatan Adat Nagari Bawan. Dan sanksi itu berlaku hanya untuk oknumnya, bukan untuk gelar pusako kaum yang di bawanya.

Dan pada point kedua dalam putusan Rapat ninik mamak nagari Bawan, menindaklanjuti surat kesepakatan dalam Kaum Datuak Tan Majolelo, tertanggal 21 November 2020, maka ninik mamak bersama pengurus KAN Bawan, memutuskan untuk mengangkat dan mengukuhkan Aprianto,S.Pd.MM Sebagai Pembawa Gelar Kaum Datuak Tan Majolelo di Nagari Bawan.

Dan pada tanggal 1 Desember 2020 secara simbolis, pengurus KAN bersama ninik mamak telah lakukan pengukuhan terhadap engku A.Dt.Tan Majolelo. Dan sejak dikukuhkan itu pula A.Dt.Tan majolelo,  kok tagak sapamatang duduak sahamparan dengan ninik mamak yang tergabung dalam KAN Bawan, Pungkasnya

Ditempat terpisah, Saat di konfirmasi, kepada awak media usai prosesi, A.Dt Tanmajo Lelo, mengatakan, Saya mengucapkan terima kasih kepada sako dan pusako serta seluruh kamanakan yang telah mengamanahkan saluak pusako Datuak Tan majolelo, kepada saya,

juga ucapan terima kasih saya kepada seluruh jajaran Pengurus KAN Bawan, yang telah melantik “Malewakan” dan mempercayai saya selaku pembawa gelar adat dalam kaum payuang datuak Tan Majolelo, nagari Bawan, dan saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan menghadiri perhelatan adat kita ini,

A.Dt. Tan Majolelo, juga mengingatkan kepada seluruh anak kemanakan dalam payuang panji Dt.Tan majolelo, suku chaniago di kenagarian Bawan.

Saya menghimbau sekaligus memberitahukan kepada seluruh anak kemanakan, dalam payuang panji Datuak Tan Majolelo, Untuk menghentikan segala kegiatan yang bertentangan dengan Hukum Adat salingka nagari Bawan, maupun Hukum Negara,  yang berlaku,

sehubungan jauh sebelum ini, semasa saya menjabat selaku Panungkek Payuang Dt.Tan Majolelo, banyak kekeliruan dan kesalahpahaman yang yang terjadi, maka dari itu saya menghimbau agar selalu mengkonfirmasikan kepada saya terlebih dahulu jika ada kekeliruan atau permasalahan, agar dapat diselesaikan secara azaz musyawarah dan mupakat.

Ninik mamak yang nota bene kepala SMPN 1 Lubuk Basung, itu menyampaikan permintaan maafnya kepada para tamu undangan yang telah melangkahkan kakinya pada acara Ptosesi Malewakan Gelar Adat suku Caniago Bawan, Dt Tan Majo Lelo,  yang berjalan hikmat dan meriah ini.

Sebelum menghakiri, Datuak Tan Majolelo, juga sampaikan ma’af yang sebesar-besarnya, terhadap segala kekurangan dan kekhilafan kami dalam perhelatan ini, mungkin angku ninik mamak bundo kanduang, baik pun unsur pemerintahan, dan seluruh tamu undangan yang mungkin tak terjamu, ataupun pelayanan kami yang kurang tepat, maka dari itu dengan segala kerandahan hati kami sako dan pusako, suku caniago di bawah payung panji datuak Tan Majolelo, mohon maaf yang sebesar besarnya. Tutupnya. (Yj)

Bagikan

Berita Lainnya

Jenazah Fauzan dan Hj Fatimah Korban Kecelakaan akan di Kebumikan di Tanah Kelahiran

Agam, Anta-news, Berdasarkan kesepakatan pihak keluarga masing masing Jenazah Almarhumah Hj.Fatimah, Kepala Dinas Koperindagkop UMKM ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *