Selasa , 20 April 2021
Salah satu nagari yang ada di Kabupaten Sijunjung

Dana Desa 2017 Sudah Cair Program Dari Semua Nagari Mulai Berjalan

Kabupaten Sijunjung, anta-news.com – Pencairan dana desa tahap I bagi 60 Nagari dan 1 Desa se-Kabupaten Sijunjung akhirnya selesai. Dengan pencairan ini, berbagai program dan perencanaan, baik fisik maupun non fisik langsung bisa berjalan.

Kasi Fasilitasi dan Keuangan Aset Nagari Kabupaten Sijunjung, Etalisna Sanur, menuturkan dana desa yang bersumber dari APBN 2017 tersebut, sudah mulai masuk ke rekening masing-masing nagari sejak akhir Juni lalu.

“ Beberapa nagari bahkan sudah melakukan penarikan dana untuk kegiatan pembangunan. Sementara, pada sebelumnya pengajuan pencairan secara global sudah dinaikkan sejak 18 Mei – 21 Juni 2017,” ungkap, Etalisna Sanur.

Lebih lanjut, Etalisna Sanur, juga menjelaskan, yang mana berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 50/ PMK.07/2017 Tentang Pengelolaan Transfer dana Daerah, pencairan dana desa dilakukan dalam 2 tahap, yakni Tahap I sebesar 60 persen dan tahap II 40 persen. Pencairan tahap II dimulai pada akhir Agustus mendatang.

“ Pada tahun 2016 lalu, besaran Dana Desa bagi Kabupaten Sijunjung mencapai Rp 51 Milliar. Dari data yang kami terima, proses pencairan sudah dilakukan hampir oleh seluruh nagari yang ada, dengan besaran sesuai kebutuhan. Saat ini rata-rata tiap nagari mendapatkan dana di bawah Rp 1 miliar,” terangnya.

Sesuai Peraturan Bupati (Perbup), pendistribusian Dana Desa mesti diawali dengan laporan keuangan periode sebelumnya ke Pemerintah Pusat, serta diawasi oleh Dinas Pembedayaan Masyarakat Nagari (DPMN), berlanjut ke DPMN kecamatan.

“ Tujuannya supaya anggaran yang telah digelontorkan dari pusat betul-betul memiliki kejelasan yang jelas sesuai peraturan yang berlaku dan menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang tidak kita inginkan,” tegas, Etalisna Sanur.

Sementara itu, Kasi Fasilitasi dan Pembangunan Nagari, Ade Primawati, mengatakan dalam pencairan dan penggunaan dana desa tersebut turut didampingi oleh tenaga ahli P3MD Provinsi Sumbar.

“ Untuk tingkat Kabupaten diawasi 5 orang Tenaga Ahli (TA), dibantu 8 tenaga Kecamatan, serta 3 Pendamping Desa (PD) Pendamping Desa dan 1 Pendamping Lokal Desa,” ujar, Ade Primawati.

“ Dan seluruh petugas tersebut aktif mendampingi Nagari mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan dan pelaporan. Diharapkan, penggunaan Dana Desa tidak menuai masalah baik secara administrasi maupun peruntukannya,” tambahnya. (red/hms)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *