Selasa , 20 April 2021
Lima unit mobil pemadam yang biasanya mangkal dibeberapa titik pos jaga Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus dan Kamang Baru, yang diantarkan sejumlah anggota damkar, Jumat (21/7) ke kantor induk, tepatnya di Pusat Ibu Kabupaten, Muaro Sijunjung.

Gara-Gara Beritakan Petugas Damkar Mogok, Wartawan diintimidasi Oknum Kadis

Kabupaten Sijunjung, anta-news.com –  Lagi-lagi intimidasi harus diterima kalangan jurnalis dalam melaksanakan tugas peliputan, kali ini menimpa seorang wartawan cetak di Kabupaten Sijunjung, yang harus menerima tekanan dari salah satu oknum kepala dinas di Bumi lansek Manih ini.

Tidak disangka mimpi buruk yang harus dialaminya, hanya gara-gara membuat sebuah berita peristiwa, tentang petugas Damkar parkirkan Lima Unit mobil damkar ke Kantor Satpol PP Sijunjung sebagai bentuk aksi protes. Dimana dalam menjalankan tugas biaya operasional, uang minyak, masih simpang siur, pada Jumat (21/7).

Bukan hanya itu saja, oknum kadis ini juga dengan nada tinggi mengancam akan menggugat, sekaligus dengan mengatakan jika anak buahnya sudah mencari wartawan bersangkutan yang memberitakan persoalan itu.

Adapun tindakan tidak terpuji ini diawali dengan masuknya pesan singkat (SMS) berisikan kalimat menekan yang dilanjutkan via telfon selular oleh oknum Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sijunjung, Masharianto, Sabtu (22/7) siang kepada salah seorang Wartawan harian Haluan berinisial ‘OG’ yang baru saja pulang meliput kegiatan di kantor kejaksaan.

Menerima perlakuan tidak menyenangkan tersebut, OG tetap berusaha tenang, dan dengan kepala dingin, berusaha untuk menjelaskan duduk persoalan  pemberitaan kontrol sosial yang telah terbit di media tempatnya bekerja kepada oknum kadis itu.

Merasa tidak terima diberitakan, oknum kadis dari balik telepon selularnya, mengaku sedang berada di Jakarta, langsung marah-marah serta mengeluarkan kalimat menekan OG. Penekanan mulai dari komplain tidak konfirmasi, tidak menghargai senior, mengancam menggugat, dan yang lebih mirisnya, bahkan mengancam jika anggotanya sudah mencari OG sang wartawan bersangkutan.

Karena menurut kadis tersebut, persoalan yang diberitakan oleh media tempat OG bekerja hanyalah persoalan internal yang tidak harus diekspos.

“ Kenapa diberitakan, itu kamu tidak menghargai saya. Bahkan anak buah saya juga tidak terima, hingga mereka sempat mencari kamu,” kata, Masharianto dengan nada keras kepada OG melalui telpon selulernya (red. ucapan tersebut direkam oleh salah  satu wartawan yang berada di samping OG).

Tidak mau terpancing emosi, OG coba kembali menjelaskan kepada oknum kadis tersebut, jika pihaknya dan rekan-rekan wartawan lainnya sebelumnya sudah berusaha menghubungi untuk konfirmasi via telpon, termasuk ke Sekdis Pol PP dan Damkar, namun tidak pernah diangkat meskipun panggilan telpon terdengar menyambung.

Adapun isi pemberitaan yang membuat oknum kadis tersebut mencak-mencak, hingga menekan OG disertai beberapa ancaman, adalah sebagai berikut, berawal dari sejumlah petugas damkar beramai-ramai mengantarkan lima unit mobil pemadam yang biasanya mangkal dibeberapa titik pos jaga ke kantor dinas Satpol PP dan Damkar Sijunjung. Lantaran biaya operasional untuk kendaraan tersebut belum kunjung cair sejak bulan Februari lalu, hingga petugas kesulitan dapat bergerak ke lapangan menjalankan fungsinya. Bahkan untuk biaya beli minyak untuk mengisi air tanki pun tak ada.

Lima armada vital bidang layanan kemanusian tersebut berasal dari pos jaga Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus dan Kamang Baru.

Disusul ketiadaan biaya asuransi anggota dan lain sebagainya, meski para petugas damkar sudah berulangkali menyampaikan keluhan mereka ke pihak pimpinan, namun tak ada realisasi.

Puncaknya, Jumat (21/7), sejumlah anggota damkar mengantarkan mobil pemadam ke kantor induk, tepatnya di Pusat Ibu Kabupaten, Muaro Sijunjung, karena mereka tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menanggulanginya. Seorang petugas damkar yang enggan ditulis namanya, dihadapan wartawan mengaku sering menghadapi masalah atas persoalan itu. Disaat ada kejadian kebakaran, petugas terpaksa iyuran mengumpulkan uang untuk beli bahan bakar mobil.

“ Kami tidak tahu harus bagaimana lagi menanggulanginya, maka sebagai solusi biarlah mobil-mobil damkar ini diparkirkan saja di kantor dinas,” bebernya.

Selain biaya operasional, permasalahan kesejahteraan anggota juga dipertanyakan. Seperti halnya dana piket dan dana perjalanan tugas.

Sementara, Kepala dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Sijunjung, Mashariyanto saat dikonfirmasi wartawan mengenai persoalan tersebut sedang tidak berada ditempat, ketika dihubungi via telepon seluler juga tidak mengangkat, Berikut Sekretaris dan Kabid Pemadam, juga tidak berada dilokasi, dan saat dihubungi melalui telepon seluler juga tidak diangkat.

Sampai berita ini diturunkan sejumlah anggota damkar masih menunggu kepastian dari pihak Dinas Pol PP dan Damkar. Demikianlah hasil pemberitaan yang membuat OG harus jadi sasaran oknum pejabat yang tingkah lakunya seperti preman bukan sebagai seorang pamong. (DA/red)

Bagikan

Berita Lainnya

PT. Prada Karya Utama Laksanakan Pembangunan Sea Wall “Al Hakim”

Padang, anta-news. Masyarakat di sekitar Pantai Muaro Padang dapat berbesar hati, hal ini dengan telah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *